Kamis, 28 Mei 2009

my holiday

Photobucket

Read More......

Membangun Relasi Ilusi dengan Kecanggihan Teknologi

Membangun Relasi Ilusi dengan Kecanggihan Teknologi
Mark Zuckerberg (24) memang luar biasa. Ia berhasil membuat lebih dari 100 juta manusia di dunia ini gandrung dengan produknya, facebook (fb). Hanya dalam waktu 5 tahun, fb menjadi situs jejaring sosial nomor satu. Melesat, meninggalkan “teman sepermainannya” seperti Friendster dan My Space. Sementara berdasar data Alexa April 2009, untuk seluruh situs di dunia, fb menempati rangking keempat, setelah Google , Yahoo, dan YouTube. Grafik fb terlihat terus meningkat.

Tak heran, jika majalah Time menjulukinya sebagai “salah satu orang paling berpengaruh tahun 2008”. Karena fb memang membawa perubahan baru di dalam kehidupan manusia. Tiba-tiba saja, ia menjadi sesuatu yang penting. Orang rela kehilangan waktu istirahatnya demi berinteraksi dengan fb. Pekerja kantor curi-curi waktu kerjanya untuk fb. Ibu rumah tangga memasak sambil mengakses fb. Fb juga menggantikan buku atau koran sebagai teman pembunuh sepi. Tiada hari tanpa melongok fb. Begitulah kebiasaan baru manusia di planet ini.

Ya, inilah era baru. Era yang merevolusi cara orang berkomunikasi dan berjejaring. Berkomunikasi tidaklah harus bertemu secara fisik. Karena toh orang bisa berbagi info, ekspresi, canda, hasrat dan impian lewat jejaring sosial di dunia maya itu. Komunikasi terjalin dalam sunyi, tanpa suara. Hanya dengan kata-kata. Meski begitu, komunikasi itu terasa amat riuh. Ada gelak tawa, teriakan gembira, tangisan haru hingga hentakan kaki kekesalan. Walau bukan riuh yang sebenarnya. Keriuhan itu bisa jadi hanya ada di dalam benak orang ketika di menatap layar monitor. Menghadapi sebuah benda mati.


Mempermudah Membangun Identitas
Harus diakui, fb memang sangat mengasyikan. Kita bisa memperluas jaringan pertemanan hingga lintas benua. Bahkan, bisa menemukan kepingan masa lalu yang sempat hilang. Bertemu kembali dengan teman sekolah yang tak jelas rimbanya. Fb menisbikan ruang, waktu dan batasan sosial. Ia memperkuat jalinan relasi yang merengang karena keterbatasan itu.

Keasyikan tak berhenti ini. Fb memberi ruang lebar untuk membangun sebuah identitas diri. Hasrat purba setiap orang, narsistik, mendapat tempat. Orang dengan mudahnya menunjukkan eksistensi dirinya. Melalui tulisan dan foto-foto. Tiba-tiba saja, keberadaan seseorang dengan mudah diakui. Orang menjadi merasa bahwa dirinya penting dan sangat berarti.

Padahal dalam dunia nyata, membangun sebuah identitas tidaklah semudah ini, butuh waktu yang panjang. “Karena setiap orang itu punya barrier, kesulitan untuk mengekspresikan diri dan ketrampilan berkomunikasi. Dan, di fb semua itu tidak dibutuhkan. Orang menjadi leluasa membentuk identitas diri dengan cara yang dipermudah. Meski tidak berarti, itu menjadi identitas diri yang sesungguhnya,” tutur Dr. Christina Siwi Handayani (36), staf pengajar Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Sekat-sekat itu seakan lenyap. Orang bebas bicara dan komentar tanpa takut diprotes. Ia bahkan bisa menjadi sejajar dan punya akses ke “orang-orang penting”. Karena di sana ada artis, pengusaha, pendeta bahkan calon presiden. Maka, tak salah jika orang pun berduyun-duyun mengunjungi fb.


Relasi Ilusi
Orang sering tidak menyadari, relasi yang terjalin melalui fb hanyalah sebuah relasi ilusi. Kita tidak berhadapan dengan realitas yang sesungguhnya. “Kita memang bisa hahahahihihi, saling berkomentar yang membuat kita senang dan menikmati relasi ini. Tetapi relasi via fb, sebenarnya relasi ilusi,” jelas Christine yang tak pernah lagi meng-update akun fb yang dibuat tahun 2007 itu

Realitas di dunia maya yang berwujud kata-kata itu adalah sebuah realitas yang sudah tereduksi. “Bagaimana pun, ekspresi melalui kata-kata tidak bisa menggantikan ekspresi yang sesungguhnya. Misalnya; tatapan mata, sikap menolak. Relasi yang sangat kompleks mengandalkan gestur, ekspresi dan bahkan sentuhan. Itu sangat substansial dan tidak bisa digantikan dengan realitas yang sudah tereduksi dengan kata-kata dan lambang,” terang ahli psikologi sosial ini.

Unsur hakiki sebuah relasi adalah pertemuan secara fisik, face to face. Di sana, ada proses pembelajaran pengolahan indra untuk menangkap kepekaan apa pun: bau, rasa, emosi, mata dan pendengaran. Ini mutlak dibutuhkan dalam sebuah relasi yang sesungguhnya. Jika, kepekaan ini tidak dilatih orang menjadi gagap dalam bersosialisasi. “Bisa jadi di dunia maya, ia sangat canggih bersosialisasi. Namun, secara nyata ia tidak punya ketrampilan itu karena memang tidak pernah menggunakannya. Ia memang menggunakannya tetapi bukan dengan realitas yang sesungguhnya. Relasi secara fisik tetap substansial dan tidak bisa digantikan,” tandas doktor alumni Universitas Indonesia ini.

Memberitakan Kabar Baik
Para pendeta memanfaatkan fb untuk memperluas jangkauan pelayanan, memberitakan kabar baik. Dalam pandangan Pdt. Samuel Budi Prasetya (49), ini adalah sesuatu yang positif. “Saya sangat setuju, tidak masalah sehingga dia bisa mengenal komunitasnya. Tetapi kalau itu harus menggantikan yang esensi (persekutuan secara fisik-red), itu yang saya sulit mengerti,” terang gembala Gereja Isa Almasih, Jakarta pada Dianovita dari Bahana.

Pada dasarnya, kata Samuel, semua alat komunikasi bermanfaat untuk memberitakan kabar baik. Karena akan mempermudah, memperluas dan bahkan mempercepat proses penyampaian misi itu. Misalnya; kotbah bisa disiarkan lewat TV dan radio. Ayat Alkitab atau kata-kata motivasi dikirim lewat sms atau fb. Namun, tentu saja tidak bisa berhenti di sini. “Harus dilanjutkan dengan persekutuan di antara orang-orang percaya. Harus ada perjumpaan secara fisik karena di sana dapat terjalin hubungan emosi dan spritualitas yang baik. Dan, fellowship seperti ini jelas tidak dapat digantikan oleh fb,” kata suami dari Verra Agnes Allouw ini.

Bagaimana pun, manusia tidak hanya membutuhkan komunikasi yang sekadar bersifat tukar informasi. Dia membutuhkan suatu relasi yang menyeluruh. “Buktinya, di zaman teknologi informasi yang sudah begitu canggih ini, tetap saja banyak orang yang merasa kesepian. Itulah mengapa konseling lewat telepon sangat laris. Karena orang membutuhkan relasi secara personal,” terang pendeta yang menyelesaikan studi masternya di UKSW, Salatiga ini.

Lost Generation
Ada sebuah kekuatiran. Jika anak muda terlalu asyik dengan kehidupan di dunia maya, suatu saat akan terjadi lost generation (generasi yang hilang). “Secara fisik mereka ada di lokal tetapi cara berpikirnya abstrak dan tidak real. Ia tidak bisa menanggapi persoalan di sekitarnya. Gagap terhadap apa yang sedang terjadi di lingkungannya karena ia punya dunia lain,” terang Christine yang juga pengamat masalah gaya hidup dan masyarakat perkotaan ini.

Tak dapat ditampik, gandrung fb memang mulai menunjukkan gejala yang kurang sehat. Tak sedikit orang mengaku kecanduan. Menggunakan fb secara tidak rasional. Firun (25) misalnya Ia menghabiskan mininal tiga jam dalam sehari untuk ber-fb ria. Kalau tak puas dengan hp, Ia lalu menyambangi warung internet (warnet). Melewatkan malam hingga dini hari bersama fb. Kecanduan itu pun berujung pada rusaknya hubungan Firun dengan kekasihnya.

Anak muda secara berlebihan menginventasikan sumber dayanya: energi, waktu dan bahkan ekonomi untuk memelihara jejaring sosialnya di fb. Bahkan, lalu mengabaikan kebutuhan yang lebih esensial di hidupnya. Bolos kuliah, namun fb jalan terus. Pekerja kantor idem ditto. “Tidak bisa membedakan antara pekerjaan yang sebenarnya dan membangun jejaring yang sebetulnya tidak ada hubungannya dengan pekerjaan,” kata Lukas S. Ispandriarno, Ph.D, MA (53). Tak heran, jika banyak perusahaan yang akhirnya memblokir situs itu karena kuatir akan menurunkan produktivitas karyawan.

Sebagian beranggapan, kebijakan ini tidak rasional dan kurang manusiawi. Alasannya, membangun jejaring adalah hak pribadi. Perusahaan tidak berhak memberangusnya. “Ya, memang perusahaan tidak bisa melarang karyawan (berjejaring-red) tetapi karyawan juga tidak berhak menggunakan waktu dan fasilitas kantor untuk membangun jejaring. Jadi masing-masing harus tahu sendiri. Kembali ke tanggung jawab moral masing-masing,” ujar Christine tegas.

Cengkeram Kapitalisme
Hal itu tidak akan terjadi seandainya orang bisa menyikapi fb dengan kritis. Lukas mengingatkan bahwa sebetulnya di balik semua ini ada raksasa kapitalisme yang sedang bermain. “Orang lupa bahwa kita ini dijadikan pasar. Di balik ini semua ada sebuah perusahaan multimedia yang besar. Tujuannya hanya profit dan membentuk budaya konsumtif,” tutur Wakil Dekan II Fakultas lmu Sosial dan Politik Universitas Atma Jaya itu.

Ya, popularitas yang melesat bagaikan roket, membuat fb kebanjiran uang. Tahun 2006, Zuckerberg menolak tawaran Yahoo untuk membeli fb seharga 1 milliar dollar AS (sekitar Rp 12 triliun). Kini, nilai ekonomi fb ditaksir sebesar 15 milliar dollar AS (Kompas, 28 Februari 2009). Zuckerberg sendiri memiliki 20% saham di fb senilai 3 miliar dollar AS. Ia pun nangkring dalam jajaran 400 orang terkaya di Amerika versi majalah Forbes. Dan di deklarasikan sebagai milliuner “self made” termuda di planet ini.

Ada gula ada semut. Kesuksesan fb membuat para vendor berlomba-lomba menyajikan berbagai fasilitas yang memudahkan pelanggan untuk mengakses jaringan sosial itu. Ada yang memang dirancang khusus supaya bisa kompatibel dengan fb. Seperti Blackberry dan iPhone. Belakangan Nokia pun menyusul. Namun, sebenarnya sepanjang bisa mengakses internet, semua jenis hp bisa untuk menjangkau fb. Tidak hanya jenis ponsel tertentu.

Karena saat ini, fb seakan sudah menjadi “kebutuhan yang penting dan mendesak” maka orang pun merasa perlu untuk berganti hp. Supaya bisa meng-update fb setiap saat. “Mungkin suatu saat jenis ponsel yang bisa mengakses fb makin banyak dan harganya murah. Orang pun harus “dipaksa” beli karena merasa itu sebagai sebuah kebutuhan. Ini akan membuat orang menjadi konsumtif,” kritik Lukas yang meraih gelar doktor dari Universitas Ilmenau, Jerman ini.

Negara dengan jumlah penduduk yang besar, lanjut Lukas, seperti Indonesia memang menjadi sasaran kapitalis. “Apalagi kencenderungan masyarakat kita memang senang hal-hal yang sensasional. Gumuman (gampang terheran-heran), ya sudah dihujani terus. Kita harus kritis bahwa di balik ini ada orang yang cari uang,” tandas pengajar mata kuliah Komunikasi Massa serta Filsafat dan Etika Komunikasi ini.

Punya Tujuan
Supaya tidak terhisap dalam pusaran arus kapitalisme , orang harus berpikir rasional. Membangun jejaring sosial memang penting. Dan, keberadaan teknologi, dalam hal ini fb, telah memudahkan kita. “Namun, kita harus melihat lebih dalam apakah jejaring sosial yang dibangun karena teknologi itu memang membawa manfaat luas. Harus ada tujuan yang jelas. Jangan sampai hanya jadi ajang kumpul-kumpul yang tak jelas juntrungannya,” tutur jemaat Gereja Katholik Paroki Pringwulung Yogyakarta ini.

Selain itu, Lukas juga mengkiritisi masalah penggunaan sumber daya. Demam fb kerap membuat orang lupa diri. Menggunakan sumber daya secara berlebihan. “Anak-anak muda menggunakan waktu lebih untuk online, uangnya dari mana? Pekerja kantor yang sudah mandiri pun seharusnya bisa menggunakan uang itu untuk sesuatu yang lebih berharga. Berbisnis, membeli buku atau membantu orang lain. Mereka banyak menghabiskan sumber daya untuk sesuatu yang canggih tetapi manfaatnya terbatas,” tegas Lukas.

Hanya Alat Pembantu
Sementara Samuel mencoba memaknai fenomena ini dalam sebuah bingkai besar bernama teknologi. Sejatinya, keberadaan teknologi adalah hanyalah sebagai alat membantu dan mempermudah kehidupan manusia. Namun, jangan sampai menggantikan esensi yang sesungguhnya. Begitu pun dengan fb.“Alat itu nilainya sama dengan simbol. Simbol yang dapat bekerja dan berfungsi sebagai simbol komunikasi. Simbol itu harus diletakkan pada konteksnya. Jangan sampai itu menggantikan hal esensi di dalamnya. Saya meyakini teknologi dan penemuan tujuannya selalu untuk membantu manusia. Jadi, sifatnya netral . Tergantung manusianya, dia mau menjadikan alat itu untuk memuliakan Tuhan atau menghujat Tuhan,” tutur Samuel yang tidak melihat fb sebagai ancaman.

Jika orang bisa memberi pemaknaan yang tepat, maka kisah kecanduan fb tentu tidak akan muncul. “Kalau secara epistemologi kita tidak memahami manusia itu apa, siapa dan kebutuhan esensi manusia sebagaimana citra Allah itu apa maka dia bisa terjebak atau terombang-ambing di dalam kondisi di dunia ini,” tambahnya.

Ya, bagaimana pun bertatapan, bersentuhan dan mendengar suara langsung lawan bicara kita jauh lebih nikmat ketimbang berinteraksi dengan layar komputer. Karena secara alami Tuhan menciptakan kita untuk itu.

Sumber: Bahana, Mei 2009

Read More......

kasus you tube

YouTube Diminta Hapus 100.000 Klip
Perusahaan media Viacom Inc yang menggawangi jaringan kabel MTV, VH1, Nickelodeon dan studio film Paramount Pictures meminta YouTube untuk menghapus lebih dari 100.000 video klip tanpa izin dari situsnya. Viacom dalam pernyataannya mengungkapkan, pihaknya selama beberapa bulan telah duduk bersama dengan YouTube dan perusahaan induknya, Google Inc.,untuk membicarakan permasalahan ini. Namun Viacom beranggapan YouTube tidak memiliki itikad baik untuk membuat persetujuan yang adil yang memungkinkan konten Viacom tersedia untuk pengguna YouTube. Dilansir AP Business Writer dan dikutip detikINET, Senin (5/2/2007), Viacom berpendapat YouTube dan Google telah mengalami kegagalan pada fungsi penyaringan yang digunakan untuk mengontrol video tanpa izin yang masuk ke dalam situs populer tersebut.



Saat ini, Viacom telah meminta YouTube menurunkan klip-klip bermasalah tersebut dan menghentikan sementara gugatan hukumnya. Di bawah undang-undang hak cipta federal, layanan online seperi YouTube umumnya kebal terhadap berbagai kewajiban pertanggungjawaban selama situs tersebut selalu merespon permintaan penurunan video, seperti yang saat ini terjadi. Yang terlihat remang-remang legalitasnya adalah apa yang terjadi jika pengguna lain mengunggah video yang sama, sesuatu yang sebenarnya lumrah terjadi pada situs berbagi video gratis. Pihak YouTube sendiri dalam pernyataannya mengungkapkan akan memenuhi permintaan Viacom. YouTube juga menyatakan akan melakukan penghapusan konten segera setelah mendapat permintaan resmi. Di sisi lain, YouTube menyayangkan fakta bahwa Viacom tak akan lagi meraih keuntungan dari pengguna YouTube yang sedikit-banyak turut andil dalam mempromosikan acara-acara Viacom. Pada November 2006, YouTube setuju untuk menghapus 30 ribu klip video setelah mendapat komplain dari Japan Society for Rights of Authors, Composers and Publishers atas pelanggaran hak cipta. Di sisi lain, beberapa perusahaan media seperti CBS Corp. dan NBC Universal menyatakan persetujuannya untuk mengizinkan YouTube menggunakan video klip dari program-program mereka. Mengesampingkan permasalahan yang terjadi antara Viacom dengan YouTube, divisi jaringan MTV sendiri rupanya sudah melakukan persetujuan dengan Google tahun lalu. Perjanjian itu mengizinkan layanan pencarian video Google untuk menggunakan klip-klip dari MTV, keduanya juga bersepakat untuk saling berbagi pendapatan. ( lni / wsh )

Read More......

kasus teknologi informasi dalam pemilu

Teknologi Informasi Dalam Pemilu 2009 Print
May 06, 2009 at 10:31 AM
Oleh Antonius PG Manginsela
(Dosen Jurusan Teknik Elektro, Program Studi Teknik Informatika, Politeknik Negeri Manado; Pusat Pengembangan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Manado)

SEBAGAIMANA ditulis di awal artikel ini, penggunaan teknologi informasi yang menonjol adalah perhitungan perolehan suara anggota DPR (RI) yang menggunakan teknologi informasi melalui saluran komunikasi data dari penyedia jasa telekomunikasi dari KPU kabupaten/kota ke KPU daerah dan pusat. Proses ini dimulai pada saat anggota KPPS mengisi Formulir Model C1 IT DPR dan Lampiran C1 IT DPR.

Formulir-formulir ini merupakan salah satu dokumen standar sertifikat hasil perhitungan suara yang digunakan khusus untuk kebutuhan tabulasi dengan TI. Setelah melalui berbagai tahapan verifikasi dan pengumuman, maka KPPS wajib untuk melaporkan/membawa hasil perhitungan suara di masing-masing TPS kepada PPK melalui PPS pada hari itu juga, termasuk di dalamnya Form Model C1-TI DPR dan Lampiran C1-IT DPR.
Menurut Buku Pintar KPPS Bab VII halaman 43, secara jelas dinyatakan bahwa Form Model C1-TI DPR dan Lampiran C1-IT DPR tidak dimasukkan ke dalam kotak suara yang berisi dokumen-dokumen resmi hasil pemilihan umum di setiap TPS.
Hal ini mungkin dimaksudkan untuk dapat segera diinput melalui proses pemindaian atau scanning oleh Tim KPU kabupaten/kota untuk segera dikirimkan melalui saluran komunikasi data ke KPU pusat. Hal ini juga bertujuan sebagai validasi data atau data pembanding untuk perolehan suara Caleg DPR-RI dengan hasil yang ada di dokumen yang tersimpan di kotak suara yang akan menjalani proses pelaporan secara manual. Komisioner KPU Abdul Aziz mengatakan bahwa, tabulasi nasional Pemilu ini juga dimaksudkan untuk mengantisipasi kecurangan. Dengan data berlapis, yakni form manual (Model C1 DPR-DPD) dan form digital (Model C1-IT DPR) hasil scanning atau pemindaian, manipulasi data di tingkat rekapitulasi bisa diantisipasi (pemilu.detiknews.com; Sabtu, 04/04/2009).



Pada proses ini terdapat beberapa hal yang perlu diatur secara rinci pada tingkat implementasi di lapangan. Hal-hal tersebut antara lain:
1. Proses penulisan/pengisian Model C1-IT dan Lampirannya di tingkat KPPS perlu secara jelas diatur. Kesalahan yang mungkin adalah penulisan angka yang mirip seperti 4 & 9, 1 & 7, 5 & 8. Jarak penulisan yang tidak konsisten. Hal-hal yang seperti ini dapat menyebabkan kesalahan dalam proses pemindaian dokumen.
2. Perlakuan terhadap formulir Model C1-IT dan lampirannya pada waktu pengiriman ke PPK melalui PPS hingga dapat diproses oleh operator KPU kabupaten/kota seharusnya diperlakukan sebagaimana dokumen-dokumen Pemilu lain. Faktor kebersihan permukaan dokumen, seperti tidak banyak coretan ataupun luberan tinta karena percikan air pada formulir dapat mempengaruhi kemampuan dan akurasi proses pemindaian dokumen tersebut.
3. Hasil pemindaian dokumen kemudian oleh KPU kabupaten/kota dikirim ke KPU pusat melalui saluran komunikasi data teramankan (VPN-IP) atau yang dikenal dengan nama Virtual Private Network- pada saluran internet). Kemudian, di tingkat KPU pusat data tersebut diolah dan disajikan dalam bentuk tabulasi elektronik yang dapat diakses masyarakat.
Kendala komunikasi data dalam proses ini sangat kecil, tergantung fasilitas infrastruktur dari pihak penyedia jasa telekomunikasi, titik lemahnya terdapat pada kemampuan operator dan perangkat komputer untuk menjamin ketersediaan saluran komunikasi dengan KPU di tingkat pusat.
Singkatnya terdapat beberapa titik kelemahan pada prosedur yang diterapkan, dimana kelemahan teknologi informasi terdapat pada proses dari TPS ke kecamatan hingga ke kabupaten/kota.
Mulai dari proses penulisan pada form C1-Manual hingga penulisan C1-IT untuk pemindaian untuk dikirim lewat saluran telekomunikasi sangat rentan terhadap kemungkinan kesalahan baik disengaja maupun tidak disengaja. Hal ini juga sangat tergantung pada aktor-aktor yang melaksanakan prosedur yang telah ditetapkan.
Aktor
Ada beberapa orang pelaksana yang disebut sebagai aktor teknologi informasi dalam pemilihan anggota legislatif yang baru lewat ini.


1. Petugas KPPS, yang berfungsi untuk mengisi data pada formulir memerlukan ketelitian dan mengikuti aturan-aturan penulisan formulir. Menurut berita di koran, terdapat banyak kesalahan di salah satu kabupaten, sehingga mengharuskan mereka menulis ulang formulir tersebut. Hal ini menjadi pertanda kurang siapnya petugas.
2. Operator TI di PPS atau KPU kabupaten/kota, selain mereka bertanggung jawab pada kesiapan peralatan yang digunakan, para operator ini bertanggung jawab pada konsistensi dan keamanan data. Pada banyak hal, seperti yang diberitakan di koran, kesiapan peralatan seperti komputer dan alat scanner/pemindai pada hari H tidak berfungsi. Belum lagi isu-isu mengenai penggelembungan suara di tingkat PPS atau KPU kabupaten/kota. Hal ini bisa terjadi jika operator TI tidak bisa mempertahankan integritasnya, sehingga gampang terbujuk dengan usaha-usaha dari oknum-oknum yang menghalalkan segala cara demi mencapai tujuannya.
3. Pemasok peralatan TI, mereka ini berada di luar komponen sistem, tetapi mempunyai tanggung jawab yang besar dalam menyukseskan kegitan Pemilu. Spesifikasi peralatan yang telah ditentukan melalui Peraturan KPU No.:02 Thn 2009 Tentang Pedoman Pengadaan Dan Pengelolaan Perangkat Teknologi Informasi Untuk Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2009 sudah cukup baik, tetapi tidak mengatur perihal pelatihan, pendampingan dan pelayanan purna jual secara jelas.
Kesiapan peralatan tidak hanya tergantung hanya pada berfungsinya peralatan yang dipasok, tetapi juga kemampuan operator yang telah dilatih bekerja dengan peralatan tersebut sehingga mampu mengatasi berbagai kemungkinan kendala operasional.
Perangkat Keras
Peralatan TI yang digunakan sangat bervariasi sesuai dengan kebutuhan dan fungsinya. Pada tulisan ini akan dikaji aspek teknologi dari peralatan scanner atau pemindai formulir-formulir sertifikat hasil pemungutan suara seperti model C1-IT.
KPU dalam keputusannya lebih memilih teknologi ICR atau Intelligent Character Recognition daripada teknologi OMR (Optical Mark Reader) untuk teknologi optic pembacaan dokumen. Memang ada yang pro dan kontra pada masing-masing kelebihan dan keunggulan dari kedua jenis teknologi ini. Belajar dari pengalaman dalam implementasi teknologi ini untuk tujuan pelayanan publik seperti penerimaan mahasiswa baru, penerimaan CPNS maupun pelaksanaan pemilihan umum di beberapa negara maju seperti pemilihan walikota London, Inggris di tahun 2008, teknologi yang dipilih adalah teknologi OMR.
KPU sendiri dalam dokumen yang menjadi lampiran 1 dari Peraturan KPU No.2 Tahun 2009 secara jelas menyatakan bahwa teknologi OMR mempunyai kelebihan dalam akurasi dan akuntabilitas dengan memberikan kriteria ‘’paling baik’’ dibandingkan dengan ICR yang mendapat kriteria ‘’baik’’. Terdapat 8 parameter yang ditetapkan oleh KPU mengenai pemilihan teknologi input data, yaitu ;Kemudahan Pengisian Form Input Data, Kemudahan dan Kecepatan Entry Data, Akurasi & Akuntabilitasi, Keamanan, Jumlah Operator, Biaya Operator, Biaya Pengadaan Perangkat Termasuk Form C1-IT. Bila Tidak Sama Dengan C1-Manual dan Waktu Implementasi, Termasuk Pengadaan Perangkat, Form C1, Hingga Pelatihan Operator. Dengan keputusan menggunakan teknologi ICR maka ternyata KPU hanya memilih teknologi berdasarkan parameter ke 1, 7 dan ke 8, yaitu Kemudahan Pengisian Form Input Data (No.1), Biaya (No. 7) dan Waktu Implementasi (No. 8) yang hanya mempunyai sedikit keunggulan dibandingkan dengan teknologi OMR.
Dapat disimpulkan bahwa dalam pemilihan teknologi input data, KPU mengabaikan 5 parameter yang menjadi kelebihan teknologi ini (OMR) yang pada dasarnya ditetapkan sendiri oleh mereka sesuai kebutuhan yang diperkirakan.
Perangkat Lunak
Komponen sistem ini, juga berperan dalam proses perhitungan hasil pemilihan umum. Ada berbagai jenis perangkat lunak yang digunakan dalam pemilihan anggota legislatif saat ini. Perangkat lunak dapat berupa program aplikasi untuk perhitungan manual seperti aplikasi pengolahan angka hingga program aplikasi untuk input data teknologi informasi C1-IT dengan menggunakan alat scanner/pemindai.
Aspek yang penting dalam komponen ini adalah bagaimana perangkat lunak ini berinteraksi dengan operator atau pengguna. Untuk perangkat lunak pengolah kata, mungkin tidak mempunyai kendala, tetapi untuk perangkat lunak alat scanner/pemindai formulir, dalam banyak hal, jika tidak disediakan antar muka dengan menggunakan Bahasa Indonesia, akan menjadi kendala dan memperlambat kerja di tingkat operator yang belum terbiasa menggunakan alat tersebut. Belum lagi kesesuaian atau comptability antara perangkat lunak sertaan dari peralatan yang digunakan dengan sistem operasi dari peralatan komputer yang digunakan.
Banyak faktor yang dapat menjadi potensi kelambatan atau kelemahan dalam komponen perangkat lunak yang berpengaruh pada proses untuk suksesnya pemilihan umum, yang sekiranya sudah dapat diidentifikasi lebih awal.
Lingkungan External
Dari beberapa sumber didapat data bahwa Pemilu 2009, diikuti oleh pemilih berjumlah sekitar 171.631.976 yang tersebar di 77.159 desa/kelurahan dan terbagi atas 512.100 TPS. Dengan jumlah peserta Pemilu 38 Parpol Nasional dan 6 Parpol lokal di NAD yang mengajukan 800.000 calon legislatif pada 2.177 daerah pemilihan.
Untuk mencakup dan melayani kebutuhan ini, maka KPU menyatakan bahwa seluruh jaringan komunikasi yang diperlukan untuk menyelenggarakan tabulasi elektronik hasil Pemilu 2009 telah terpasang. Sistem Teknologi Informasi (TI) KPU pun siap mengawal Pemilu 2009. ‘’Jaringan komunikasi sudah terpasang semua,’’ ujar Ketua Tim Teknis TI KPU dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Husni Fahmi saat dihubungi detikcom, Jumat (3/4/2009) malam. Jaringan komunikasi ini dipasang di 504 titik, meliputi 471 kabupaten dan 33 provinsi. Pemasangannya boleh dibilang dilakukan secara maraton kurang dari 1 bulan mengingat kerja sama BPPT dengan KPU baru dijalin 12 Maret silam, sekali lagi menurut detik.com.
Dapat dilihat bahwa kesiapan KPU sendiri sangat kurang di bidang TI, baru bisa siap setelah bekerja sama dengan BPPT atau 1 (satu) minggu sebelum hari H baru sistem TI dinyatakan siap. Penghargaan dan ucapan terima kasih patut dilayangkan kepada Tim TI dari BPPT yang bekerja keras dalam jangka waktu 1 bulan untuk merencanakan hingga mengimplementasi sistem TI untuk pemilihan umum ini.
Jika dikaitkan dengan permasalahan DPT yang meresahkan berbagai pihak, maka permasalahan ini tidak mengherankan. Karena kelihatan pihak penyelenggara pemilihan umum memang tidak mempunyai perhatian di bidang teknologi informasi dan pengolahan data.
Sebagai contoh, Keputusan KPU No. 2 tahun 2009, sebagaimana disebutkan di atas yang mengatur tentang pedoman pengadaan dan pengelolaan perangkat TI baru ditanda-tangani 6 Pebruari 2009 atau 2 (dua) bulan sebelum hari H.
Kembali ke persoalan data pemilih, sebagaimana diketahui secara umum bahwa data kependudukan berada pada pihak penyelenggara pemerintahan, di mana di berbagai daerah telah menerapkan sistem komputerisasi/informasi kependudukan. Pada dasarnya dengan mudahnya pihak KPU dapat melakukan imigrasi data dari pemerintah daerah menjadi data pemilih tetap. Proses validasi data dan verifikasi ke pemilih dapat dilakukan lebih awal, jika semua data telah terhimpun dan terdokumentasi dengan baik.
Dari beberapa media koran, dilaporkan bahwa ada TPS, dimana ada pemilih yang sudah meninggal 10 tahun lalu tapi tercatat dalam DPT. Di sini, dapat dikatakan tidak ada proses validasi dan verifikasi data untuk menghadapi kemungkinan terjadinya pergerakan pemilih dan kematian yang mempengaruhi keadaan DPT Pemilu 2004.
Demikian artikel ini, menjadi harapan kiranya pada pemilihan presiden yang akan datang, berbagai kekurangan dan kelemahan dapat diperbaiki, sehingga perubahan menuju perbaikan selalu terjadi dalam proses pemilihan umum dari waktu ke waktu, bukan sebaliknya situasi berjalan di tempat ataupun malah menjadi kemuduran khususnya di bidang teknologi informasi, karena pada era informasi saat ini timbulnya kondisi yang statis ataupun kemunduran menjadi suatu hal yang rancu.#

Read More......

system teknologi informasi

Istilah TI (Teknologi Informasi) atau IT (Information Technology) yang populer saat ini adalah bagian dari mata rantai panjang dari perkembangan istilah dalam dunia SI (Sistem Informasi) atau IS (Information System). Istilah TI memang lebih merujuk pada teknologi yang digunakan dalam menyampaikan maupun mengolah informasi, namun pada dasarnya masih merupakan bagian dari sebuah sistem informasi itu sendiri. TI memang secara nota bene lebih mudah dipahami secara umum sebagai pengolahan informasi yang berbasis pada teknologi komputer yang tengah terus berkembang pesat.

Sebuah Sistem TI atau selanjutnya akan disebut STI, pada dasarnya dibangun di atas lima tingkatan dalam sebuah piramida STI. Berurutan dari dasar adalah : konsep dasar, teknologi, aplikasi, pengembangan dan pengelolaan.


Download Tulisan Lengkap: dindin-sti.zip
Related Articles

1. Computer Based Information System (CBIS)
2. Kumpulan Buku Putih dan UU Teknologi Informasi
3. Sekilas tentang Sistem Informasi Geografis
4. Kolaborasi Bersama Menggunakan eGroupWare
5. Belajar Menjadi Hacker
6. Teknologi Informasi di Indonesia
7. Buku Putih Teknologi Informasi dan Komunikasi
8. Tutorial Merakit PC
9. Pertimbangan Sekuriti Pada Sistem Informasi Kelautan Nasinal
10. Pengenalan Internet
11. Melihat Proyek Digital Library
12. Arsitektur Keamanan Teknologi Informasi
13. Teknologi Jaringan Komputer
14. Perpustakaan yang Dilupakan Para Techie TI
15. Ijasah, Sertifikat, dan Kemampuan TI
16. Pengantar Teknologi Bluetooth
17. E-Learning dengan Moodle
18. Pengantar Database
19. Search Engine
20. Keamanan Sistem Informasi Berbasis Internet

ADVERTISEMENT


LATEST ARTICLES

* 28-05 Sedikit Trik Rahasia Facebook
* 28-05 Backup, Sebelum Lenyap
* 27-05 Pengenalan Device pada Ubuntu 8.04
* 27-05 Ngedit Photo Formal
* 26-05 Membuat Software Requirement
* 26-05 Desain Blog yang Baik
* 24-05 Box Bola Billyard
* 21-05 Tips dan Trik PHP - Mengubah Format Tanggal Standar MySQL
* 21-05 Membuat Bola Billyard Dengan CorelDraw
* 20-05 Pemrograman dengan C++ (part II)
* 19-05 CorelDraw
* 18-05 Membuat Koneksi Antara SQL Server 2005 Dengan ALOV Map
* 15-05 AUTOMATA dan BAHASA FORMAL “Praktika Finite Automata Dengan Output”
* 15-05 Drive Letter Storage Pada XP
* 13-05 Mengenal Fitur-Fitur Baru dari Photosop CS4
* 13-05 Membangun Blog Sendiri dengan Domain dan Hosting Gratis
* 10-05 Memanipulasi Registry Windows
* 07-05 Pemrograman dengan GOTOXY
* 07-05 Pembuatan If dan Case pada Pascal
* 06-05 Automata dan Bahasa Formal “Pumping Lemma”
* 05-05 Multi-Tabed User Interface
* 05-05 Belajar Editing Sound Menggunakan Cool Edit Pro 2.0
* 05-05 Menggunakan MapWindow.Web Untuk Menampilkan Peta di Web
* 03-05 Membuat Program Perhitungan dengan If
* 02-05 Open Journal Systems: Solusi Pengelolaan Jurnal Ilmiah
* 26-04 Membuat Laporan Mahasiswa dalam Bentuk PDF dengan PHP
* 26-04 Perencanaan dan Perancangan Website
* 25-04 Cara Menjual Apapun di Internet untuk Pasar Internasional atau Internet Marketing Indonesia
* 24-04 Pemrograman MapWindowsGIS Menggunakan C#
* 21-04 AUTOMATA dan BAHASA FORMAL “Formal Reguler Grammar”
* 21-04 AUTOMATA dan BAHASA FORMAL”Teorema Kleene”
* 20-04 Tutorial Pemanfaatan Layanan ZoneEdit.Com untuk Membuat Private Nameserver
* 19-04 Modifikasi Tampilan dan Menulis di Blog Wordpress.com
* 19-04 Cara Sederhana Sekuriti Windows XP
* 19-04 Banner Tulisan GIF dengan Ulead GIF Animator
* 19-04 Wordpress Offline
* 16-04 Mendesain Menu Dengan CSS
* 15-04 Warna Permen Pada Teks di Photosop CS4
* 15-04 Hidden & Proteksi Control panel Di Windows XP
* 14-04 MapServer di Ms Visual Studio .Net

AUTHOR LIST

* AA Junaidi (1)
* Adam Joyo Pranoto (2)
* Agus Aan Jiwa P. (3)
* Agus Kacaribu (1)
* Agus Syahputra (1)
* Ahmad Priatama (2)
* Ahox Almutalabisin (4)
* Muh Aiman (1)
* Akhmad Sofwan (2)
* Amru Rosyada (8)
* Andri Nawawi (5)
* Anggara Nasution (3)
* Arief Susanto (3)
* Aris Nurbawani (4)
* Aris Subiyanto (4)
* Batista R. Harahap (1)
* Bayu Prasetio (2)
* Bayu Wicaksana (9)
* Boediardjo (2)
* Dewa Yudhi (2)
* Deydi Mokoginta (1)
* Doddy Yunirman (1)
* Dony Ramansyah (1)
* Duken Marga (3)
* Eko Purwanto (3)
* Fajar Khairil (2)
* Fanani M. Ihsan (1)
* Fandi Gunawan (5)
* Faried (1)
* Fauzan Azmi (2)
* Ferri Renaldo (1)
* Fitriadi (1)
* Forex-Online Net (1)
* Galih Hermawan (3)
* Hadinoto (1)
* Imam BK (3)
* Indra Kharisma (1)
* Jabir (1)
* Jerry Peter (2)
* Johani (4)
* Junindar (18)
* Kemas Antonius (4)
* Kharis S (1)
* Kinta Mahadji (5)
* Lutfi Zuchri (1)
* Makhdor Rosadi (1)
* Miftah Fahmi (8)
* Miftahul Amim (2)
* Mochammad Rivai (2)
* Mohammad Jeprie (3)
* Muhammad Adri (1)
* Muhammad Ihsan Zul (5)
* Muhammad Latif Rozi (3)
* Muhammad Subhan (6)
* Muhammad Syarifuddin (1)
* muhidin (1)
* Nanang Fatchurrochman (3)
* Nofriza Nindiyasari (5)
* Pajrin Farisi (1)
* Prasetyo Priadi (3)
* Rahmat Hidayat (1)
* Rangga Baya (1)
* Rikih Gunawan (3)
* Romi Satria Wahono (46)
* Rudi Prasetyo (1)
* Sigit Agung Prabowo (2)
* Slamet Riyanto (6)
* Sudarma Sopian (11)
* Sukmapurwanoto Bagus Nugroho (4)
* Suryo (2)
* Sutrisno (14)
* Taufan Riyadi (4)
* Triswansyah Yuliano (1)
* Wempi Satria (4)
* Anthonio Wirman (3)
* Yamta Siyamta (3)
* Yudha Yudhanto (12)
* Zories Amrozie (1)
* Zul Qarnain (1)

AUTHOR LOGIN

* Register
* Log in


Read More......

manfaat teknologi informasi

Manfaat Teknologi Informasi Dalam Kehidupan Manusia

teknologi
Pendidikan memungkinkan terjadinya penyebarluasan teknologi informasi dan transformasi ilmu pengetahuan bagi sektor-sektor pendidikan. Sementara economy dapat mendorong usaha kecil dan menengah pedesaan agar dapat mendapatkan nilai lebih, serta menggerakan roda perekonomian desa.

Cobalah rasakan manfaatnya jika penduduk desa dapat mencari informasi terbaru mengenai benih padi unggul, bibit unggul tanaman budidaya lainnya atau informasi komoditas hortikultura unggulan. Begitu juga dengan para peternak yang dapat mengetahui tentang primadona produk unggulan peternakan. Tentunya bakal meningkatkan taraf hidup masyarakat pedesaan.


Untuk e-education, kita sudah mengenal program Internet Goes to School, Community Access Point, e-Learning, Smart Campus dan generasi Baru Guru Indonesia, yang dilansir salah satu operator terbesar di Tanah Air.

Bahkan untuk mempercepat penyebaran teknologi informasi ke wilayah-wilayah pedesaan. Internet dapat membuka peluang dan memberikan manfaat yang sangat banyak, termasuk dalam bidang keagamaan.

Keberadaan teknologi komunikasi dan informasi, terutama internet, mampu membuat batas-batas Negara dan budaya menjadi tidak lagi relevan. Untuk menghindari munculnya ekses-ekses negative, yang harus kita lakukan adalah membentengi iman sekuat mungkin.

Pemerintah juga harus menyiapkan perangkat peraturan terkait pembatasan kebebasan akses internet. Akses yang terlalu bebas bisa berakibat fatal bagi perkembangan masyarakat, terutama di daerah yang haus akan informasi.

Mengingat dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik yang disyahkan pemerintah pada 25 maret 2008 yang lalu, masih jauh dari keinginan masyarakat akan adanya pembatasan akses pornografi.

Harus kita sadari, teknologi informasi dan komunikasi, khususnya internet, hanyalah merupakan alat bantu saja dan bukan menjadi solusi dalam dunia pendidikan, formal maupun non formal. Bagaimanapun pendidikan yang bermutu didapat dari para pendidik yang bermutu plus dukungan pemerintah, dengan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa didik yang diimplementasikan dengan benar dan kreatif.

Read More......

macam teknologi informasi

Macam-Macam Alat Teknologi informasi dan Komunikasi

ALAT- ALAT KOMUNIKASI

1.Internet

2.Telepon

3.Handphone

4.Fax

5.Pager

6.Push to talk






1.Internet

a.Definisi

Secara harfiah, internet (kependekan daripada perkataan 'inter-network') ialah rangkaian komputer yang berhubung menerusi beberapa rangkaian. Manakala Internet (huruf 'I' besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking.

b.Cara Memakai

Buka Mozilla atau browser lainnya , kutipkan alamat website yang dicari di kotak (Address) lalu mulai memakainya.

c.Guna Dari Internet

Bisa mencari semua informasi,hiburan,maupun berita aktual dan lainnya.Lebih praktis untuk mencari informasi dibandingkan dengan BUKU.

2.Telepon

a.Definisi

Telepon adalah alat telekomunikasi yang dapat mengirimkan pembicaraan melalui sinyal listrik. Umumnya penemu telepon adalah Alexander Graham Bell, dengan telepon pertama dibuat di Boston, massachusets, pada tahun 1876. Tetapi, penemu italia antonio meucci telah menciptakan telepon pada tahun 1849, dan pada September 2001, Meucci dengan resmi diterima sebagai pencipta telepon oleh kongres Amerika, dan bukan Alexander Graham Bell.


b.Cara Memakai

Tekan (nomor rumah/lainnya )yang akan anda hubungi lalu mulai berbicara ,setelah selesai berbicara tutup kembali telepon dengan RAPAT.Jika orang yang anda hubungi tidak mengangkat(dan anda ingin mencoba lagi,cukup menutup telepon lalu tekan REDIAL).

c.Guna Dari Telepon

Berbicara dengan orang yang tempatnya jauh dari diri kita(beda rumah/beda keberadaan,tidak lebih jauh dari satu kecamatan ).

3.Handphone(Telepon Genggam)

a.Definisi

Telepon genggam, biasanya disebut juga dengan cellular.Merupakan pengembangan teknologi telepon, dimana perangkatnya dapat digunakan sebagai perangkat untuk mobile atau berpindah-pindah


b.Cara Memakai

Pertama-tama isi pulsa ,baterai penuhkan lalu mulai tekan nomor teman anda atau yang lainnya lalu tekan tombol gambar telepon (berwarna hijau diangkat)lalu mulai berbicara setelah selesai berbicara tekan tombol (gambar telepon berwarna merah ,ditutup).

c.Guna Dari Handphone(Telepon Genggam)
Sama dengan telepon namun bedanya bisa di bawa kemana saja karena ukuran tubuhnya.

4.Fax

a.Definisi

Disingkat dengan FoIP, Suatu mekanisme untuk mengirimkan fax melalui Internet (yang berbasis IP). Hal ini mirip seperti VoIP.


b.Cara Menggunakan

Tekan nomor fax yang anda tuju lalu tunggu sebentar,maka dokumen akan terkirim.

c.Guna Dari Fax

Mengirim dokumen dari suatu negeri ke negeri lainnya.

5.Pager.

a.Definisi

Pager adalah alat panggil seperti handphone namun lebih praktis dikarenakan,pager tidak memiliki fasilitas lainnya selain sms.Pager hanya bisa menerima SMS dan tidak bisa mengirim SMS.


b.Cara Menggunakan

Tekan nomor pager yang anda tuju lalu ketik yang anda ingin katakan pada yang anda kirimkan.

c.Guna Dari pager

Mengirimkan SMS kepada orang yang kita tuju dengan cepat dan lebih praktis.

6.Push To Talk

a.Definisi

Alat bicara yang ukuran tubuhnya lumayan kecil.Pembicara yg memakainya harus bergantian dengan lawan bicaranya ,misal:si A berbicara lalu berhenti, si B menunggu bunyi *beep barulah menjawabnya.Kesimpulannya 1 PTT bisa dipakai dengan berbanyak orang namun orang-orang yang memakainya harus berbicara SECARA BERGANTIAN.

b.Cara Memakainya

Si A berbicara lalu berhenti,Lawan bicaranya (si B) menunggu bunyi *beep barulah menjawabnya,begitu juga dengan si c,d,e,f,dan lainnya.

Read More......

Kamis, 07 Mei 2009

butuh latihan DAT power point????,, klik aja dibawah ini yahhh.... : ppt




Read More......